Selasa, 04 November 2014

TIPS MENGECILKAN PORI-PORI AGAR KULIT WAJAH TERLIHAT MULUS

Penyebab pori-pori kulit membesar
Meski penampilan wajah sudah di-make-up  sempurna dengan alas bedak, bedak, dan sebagainya, tetapi pori-pori yang besar kadang tetap terlihat. Menutupinya dengan make-up bukan jalan keluar terbaik, alih-alih ingin terlihat cantik, yang terjadi malah timbul masalah-masalah lain di kemudian hari. Anda tentu sudah tahu kalau pori-pori yang tersumbat bisa menimbulkan sel-sel kulit mati yang menumpuk, komedo, dan juga mengundang jerawat.

Masalah pori secara garis besar dibedakan menjadi dua. Yang pertama, pori besar (large pore), dan pelebaran pori (enlarged pore). Pori besar pada umumnya terdapat pada jenis kulit berminyak (oily skin) dan kulit kombinasi, terutama pada daerah T (misalnya area hidung dan dahi).

Pori-pori kulit yang membesar serta kulit yang terlihat berminyak merupakan masalah yang umum terjadi pada usia-usia produktif. Hal ini berkaitan dengan produksi hormon androgen yang memicu meningkatnya produksi kelenjar minyak pada kulit. Inilah yang akhirnya diikuti dengan pelebaran pori-pori kulit.

Sedangkan pelebaran pori (enlarged pore) terjadi pada proses penuaan secara alami, dimana kulit menjadi mengendur dan akibat gaya gravitasi pori menjadi “tertarik” ke bawah sehingga tampak lebar. Bayangkan saja jika sebuah spons kita tarik, porinya tampak jelas, bukan? Di samping hal alami seperti itu, produk-produk kosmetik yang tidak tepat juga dapat merangsang pelebaran pori-pori.
Ada juga proses yang tidak alami, yang justru merupakan “kesalahan” kita dalam merawat wajah. Misalnya, bila terlihat ada komedo, biasanya kita malah terpancing untuk memencetnya. Bila tidak diatasi dengan antiseptik yang baik dan teknik yang benar, pori-pori pun terlihat lebih jelas.

Belum lagi saat kita mencuci wajah dan menggunakan handuk, biasanya supaya terasa lebih bersih, kita menggosok wajah keras-keras. Arah gosokannya pun dari atas ke bawah, yang mendukung gaya gravitasi. "Itu sebabnya, dalam praktek keseharian, saya tidak pernah lupa untuk selalu mengingatkan pasien bahwa wajah kita bukan WC atau baju yang saat membersihkannya harus digosok keras-keras," jelas dr Trifena, Msi (Herb.Est)  dari Rafa Health & Beauty Life Style.

Penyebab paling parah pada kasus pelebaran pori adalah kebiasaan memencet jerawat yang menyebabkan berbagai kerusakan, antara lain hiperpigmentasi dan scar acne  (bopeng/jerawat). Jadi, bila kita ingin menangani pori besar, ingatlah hal-hal di atas. Identifikasi apa penyebabnya, karena penanganan masing-masing masalah jelas berbeda.

Berbagai merek kosmetik terkenal menawarkan produk yang dapat mengecilkan pori-pori kulit, namun perlu diingat bahwa perawatan kulit bukanlah hal yang instan, butuh waktu yang cukup lama serta perawatan yang teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Masalah pori-pori kulit yang besar dapat ditangani secara simultan dengan pemakaian teratur produk-produk perawatan wajah (sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli), dikombinasikan dengan perawatan pengelupasan secara kimiawi (chemical peeling), mikrodermabrasi, dermaroller, atau dengan menggunakan tindakan khusus seperti laser dan teknik bedah kulit (misalnya subsicion).

Di luar perawatan-perawatan tersebut, mereka yang memiliki masalah pori-pori kulit yang besar dianjurkan untuk menggunakan kosmetik bebas minyak dan non-komedogenik, teratur membersihkan wajah, serta jangan lupa menggunakan astringent.
Untuk bahan alami yang dapat memperingkas pori dan menghaluskan pori, drTrifena yang merupakan lulusan magister Herbal Estetik Universitas Indonesia menyarankan penggunaan asam dari jeruk nipis, apel, sari tebu, dan susu. Namun, harus diperhatikan juga cara penggunaan dan aplikasinya, jangan sampai menyebabkan iritasi pada kulit.
(Tabloid Nova)

Cara yang mudah untuk mengecilkan pori-pori  agar kulit wajah terlihat mulus

1. Pilih kosmetik berkolagen
Jika Anda menginginkan pori-pori yang kecil, maka Anda harus mencari produk kosmetik yang tepat. Pilih kosmetik yang mengandung kolagen, karena kandungan bahan aktif ini bisa membantu meningkatkan elastisitas kulit. Kolagen juga menjaga kulit lentur dan menghindarkan kulit dari kerutan dan peregangan kulit. Kulit yang meregang akan membuat pori-pori jadi semakin besar.

2. Gunakan vitamin C
Vitamin C akan membantu meningkatkan produksi elastin dan kolagen dalam kulit. Vitamin C akan meningkatkan produksi kedua senyawa ini. Gunakan saja produk kecantikan yang mengandung vitamin C, atau konsumsi lebih banyak bahan makanan yang mengandung vitamin C.


3. Hilangkan kulit mati
Kulit mati tak hanya membuat kulit terlihat lebih kusam, tapi juga bisa berpengaruh pada pembesaran pori-pori kulit. Kulit mati akan menumpuk dalam pori-pori dan lama-lama berubah jadi komedo. Untuk mengatasinya, basuh wajah Anda setiap hari dengan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit. Gunakan pembersih wajah yang mengandung Alpha Hydroxy, Phytic, dan Clycolic Acids. Namun, jangan gunakan secara berlebihan, karena justru akan membuat kulit Anda merah dan iritasi. 

4. Hilangkan kelebihan minyak
Kelebihan minyak wajah ternyata tak hanya mengganggu penampila,n tapi juga memperbesar pori-pori wajah. Kelebihan minyak ini bisa dihasilkan dari pemilihan kosmetik yang salah. Karena kulit Anda sudah menghasilkan minyak alaminya sendiri, maka Anda harus berhati-hati dengan kosmetik yang mengandung minyak. Kenali tipe kulit Anda dan jangan memilih kosmetik yang berminyak. 

5. Uapkan

Anda tak perlu pergi ke spa untuk mengecilkan pori-pori. Perawatan uap sangatlah berguna untuk memperkecil pori, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda hanya membutuhkan air panas, air jeruk lemon, es batu, dan handuk. Isilah mangkuk besar dengan air panas dan tempatkan wajah di atasnya sampai uapnya mengenai wajah. Lakukan selama 3-5 menit. Setelah itu, tuang air jeruk lemon pada handuk dan oleskan ke seluruh wajah. Bilas dengan air biasa kemudian gosokkan es batu ke seluruh bagian kulit wajah. 

Khusus pada bagian kulit yang punya pori-pori terbesar, gosokkan es batu lebih lama. Lakukan ini selama setengah menit atau lebih. Gabungan air panas, air dingin, dan air lemon akan membantu Anda membersihkan wajah dan mengecilkan pori-pori dalam waktu singkat.



Minggu, 02 November 2014

APA ITU ALERGI?

Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya. Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. Zat penyebab alergi ini disebut allergen.
Allergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. Bisa saja melalui saluran pernapasan, berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit seperti; kosmetik, logam perhiasan atau jam tangan, dll.
Zat yang paling sering menyebabkan alergi: Serbuk tanaman; jenis rumput tertentu; jenis pohon yang berkulit halus dan tipis; serbuk spora; penisilin; seafood; telur; kacang panjang, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya; susu; jagung dan tepung jagung;sengatan insekta; bulu binatang; kecoa; debu dan kutu.
Yang juga tidak kalah sering adalah zat aditif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet.
Alergi adalah respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang memiliki alergi memiliki sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap suatu zat biasanya tidak berbahaya di lingkungan.
Tidak semua orang memiliki alergi. Orang-orang mewarisi kecenderungan untuk menjadi alergi, meskipun tidak ke alergen tertentu. Bila salah satu orangtua alergi, anak mereka memiliki kesempatan 50% memiliki alergi. risiko itu meningkat hingga 75% jika kedua orang tua memiliki alergi.


Apakah Gejala dari reaksi alergi?

Gejala umum dari suatu reaksi alergi terhadap alergen yang terhirup atau kulit meliputi:

  • Gatal, mata berair
  • Bersin
  • Gatal, hidung beringus
  • Ruam
  • Merasa lelah atau sakit
  • Hives (gatal-gatal dengan bercak merah dibangkitkan)


Eksposur lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi yang berbeda:

  • Makanan. Reaksi alergi terhadap alergen makanan juga bisa menyebabkan kram perut, muntah, atau diare.
  • Sengatan serangga. Reaksi alergi terhadap sengatan dari lebah atau serangga lain menyebabkan   pembengkakan lokal, kemerahan, dan nyeri.

Gejala reaksi  alergi  dapat sangat bervariasi:

  • Ringan, gejalanya mungkin tidak begitu kentara.
  • Sedang, gejalanya dapat membuat Anda merasa sakit, seolah-olah Anda mendapat flu atau bahkan dingin.
  • Berat, reaksi alergi sangat tidak nyaman, bahkan melumpuhkan.
Kebanyakan gejala reaksi alergi pergi tak lama setelah berhenti eksposur.
Reaksi alergi yang paling parah disebut anafilaksis. Dalam anafilaksis, alergen menyebabkan reaksi alergi seluruh tubuh yang dapat mencakup:

  • Gatal-gatal dan gatal-gatal di seluruh (bukan hanya di daerah terbuka)
  • Mengi atau sesak napas
  • Suara serak atau sesak di tenggorokan
  • Kesemutan di tangan, kaki, bibir, atau kulit kepala
Anafilaksis adalah mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis segera. Gejala dapat berkembang pesat, sehingga menuju ruang darurat.


Hipersensitifitas  Obat
Alergi obat adalah respon abnormal seseorang terhadap bahan obat atau metabolitnya melalui reaksi imunologi yang dikenal sebagai reaksi hipersensitivitas yang terjadi selama atau setelah pemakaian obat.
Alergi obat masuk kedalam penggolongan reaksi simpang obat (adverse drug reaction), yang meliputi toksisitas, efek samping, idiosinkrasi, intoleransi dan alergi obat.

Apa Yang Terjadi Selama Reaksi alergi?
Pertama, seseorang terkena alergen dengan menghirup, menelan, atau mendapatkannya  pada atau di bawah kulit mereka. Setelah seseorang terkena alergi, serangkaian kegiatan menciptakan reaksi alergi:

  1. Tubuh mulai menghasilkan antibodi jenis tertentu, yang disebut IgE, untuk mengikat allergen.
  2. Antibodi melampirkan ke bentuk sel darah yang disebut  Sel mast.  Sel Mast dapat ditemukan di saluran udara, di usus, dan di tempat lain. Kehadiran sel mast dalam saluran udara dan saluran pencernaan membuat daerah    ini lebih rentan terhadap paparan alergen.
  3. Mengikat alergen ke IgE, yang melekat pada sel mast. Hal ini menyebabkan sel mast  melepaskan berbagai bahan kimia ke dalam darah. Histamin, senyawa kimia utama, menyebabkan sebagian besar gejala reaksi alergi.
Menentukan penyebab alergi dapat dilakukan dengan cara berikut :
*
Menghindari zat yang dicurigai sebagai allergen, kemudian setelah gejala hilang mencoba kembali zat tersebut. Misalnya saja, bila yang dicurigai sebagai allergen adalah makanan, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama.
*
Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orang tua menderita alergi, maka kemungkinan risiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25%­-30%. Sementara itu, bila kedua orang tua adalah penderita, maka risiko meningkat menjadi 60%­-70%. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan. Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan allergen pada orang tersebut. Zat dalam jumlah kecil disuntikkan. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikan, maka zat tersebut adalah merupakan allergen. Mengatasi Alergi Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi.
*
Menjaga kelembaban ruangan dengan mengatur sirkulasi angin dan udara.
*
Menjaga kebersihan pakaian dan mengganti sprei sedikitnya seminggu sekali.
*
mebersihkan pekarangan dan memastikan tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang akan menjadi tempat timbulnya jamur.
*
Konsultasi dengan dokter dan melakukan tes alergi untuk mengetahui allergen-allergen yang harus dihindari.
Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan; gatal pada mulut; gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya; sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler; sesak napas; bengek; kesulitan menelan; mendadak pilek dan bersin-bersin, dll.


Pengobatan Alergi
Pengobatan  alergi tergantung pada jenis dan berat gejalanya.
Tujuan pengobatannya bukanlah menyembuhkan melainkan mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di masa yang akan datang.
Gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.
Pemberian Antihistamin dapat membantu meringankan berbagai gejala.  Penanganan alergi yang paling tepat bukanlah dengan obat-obatan melainkan dengan cara menghindari allergen. Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat dikurangi frekuensi dan berat serangannya. Namun sering sekali dalam keseharian, allergen sulit dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah alergi.