Rabu, 04 April 2018

APA ITU FLEK HITAM DI WAJAH ?

APA ITU FLEK HITAM DI WAJAH ? Tadinya saya tidak begitu peduli dengan yang namanya Flek Hitam. Khususnya di wajah. Tapi kalau disimak lebih lanjut, dari obrolan para ibu yang sering saya dengar adalah soal "flek hitam di wajah". Beberapa ada yang bertanya pada saya, pakai krim apa sih koq mukanya bisa putih dan mulus? Waktu umur saya lebih muda, wajah saya masih lumayan kinclong dan mulus (he he merasa sendiri ya..). hampir tak terlalu saya tanggapi permasalahan flek hitam ini karena saat itu memang tidak menjadi masalah buat saya. Tapi akhir-akhir ini, saat saya berkaca dan menemukan beberapa titik flek hitam di wajah saya, waduh...lumayan kepikiran juga. Mungkin ini karena usia atau karena kurang perawatan ya? Apa sih Flek hitam itu dan apa penyebabnya? Yuk kita cari info.... Flek hitam atau ephelis adalah bintik-bintik datar pada kulit wajah yang terbentuk akibat peningkatan melanin atau pigmen alami kulit. Flek hitam dapat juga muncul pada bagian tubuh lain, seperti lengan, dada, atau leher. Bintik-bintik ini cenderung mudah dilihat dan mudah muncul pada orang dengan warna kulit putih. Flek hitam merupakan kondisi yang umum terjadi di segala usia dan biasanya tidak membahayakan atau menimbulkan rasa sakit. Penyebab Flek Hitam Flek hitam muncul karena meningkatnya produksi melanin, terutama setelah terpapar oleh sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV). Melanin adalah pigmen yang menentukan warna pada kulit, mata, dan rambut manusia. Bagian kulit yang memiliki banyak melanin akan berwarna lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya, sehingga tampak seperti bintik-bintik. Penyebab Flek hitam dan atau Cokelat di wajah antara lain : 1. Terpapar Sinar Matahari Melanin adalah pigmen yang menentukan warna kulit pada wajah, mata, rambut dan bagian tertentu dalam telinga,jika terpapar sinar matahari akan mengakibatkan produksi melanosome dalam melanin. Kulit akan menjadi berwarna lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya dan tampak seperti bintik-bintik hitam atau kecokelatan. Mereka yang hidup di sekitar garis khatulistiwa memiliki kecenderungan flek hitam karena banyak melanin yang dipengaruhi respon tubuh dalam menyerap sinar sinar matahari. 2. Faktor Genetik Faktor genetik juga memicu flek hitam bagi mereka yang memiliki kulit cerah dan berambut pirang atau merah sering mengalami flek pada kulit wajah dan tubuhnya. 3. Muncul pada orang tua Mereka yang sudah berumur diatas 50 tahunan sering muncul bintik-bintik hitam atau kecoklatan di kulit wajah dan atau tubuh. Bintik- bintik yang dikenal dengan nama liver spot atau sun spot. Jika flek hitam bisa menyebabkan melanoma, sejenis kanker kulit yang berbahaya, jangan diabaikan, sebaiknya tanyakan ke dokter kulit untuk membedakan flek hitam yang sebenarnya dengan kanker kulit. Bagaimana mencegah flek hitam supaya tidak muncul di wajah kita? Sebaiknya jika bepergian kemana dan atau keluar rumah, harus memakai pelindung wajah supaya tidak terefek paparan sinar matahari langsung. Pelindung wajah menggunakan tabir surya SPF 50. Untuk melindungi dan menghindari radiasi UV yang bisa memicu penyakit kanker pada kulit. Menggunakan topi lebar dan kacamata hitam serta pakaian yang nyaman bisa membantu kita terlindung dari sinar matahari. Sebaiknya jangan berlama-lama terpapar sinar matahari, biasanya jam paling tinggi kadar sinar matahari mulai pukul 10.00 – 14.00, hindari untuk tidak beraktifitas langsung di bawah sinar matahari. Jika terpaksa harus keluar amankan wajah dan tubuh Anda dengan menggunakan penutup wajah dan tubuh supaya tidak terpapar langsung oleh matahari. Flek hitam bisa dihilangkan secara alami menggunakan masker lidah buaya, masker jeruk/lemon, masker ketimun, masker kentang, masker pepaya dan kulit semangka. (Sumber Artikel : https://makassar.terkini.id/penyebab-flek-hitam-cokelat-wajah-dan-cara-mengatasinya/) Meskipun sebagian besar flek berwarna hitam, hal ini tidak menutup kemungkinan muncul dengan warna lain, seperti kemerahan, kekuningan, atau kecokelatan tergantung dari pigmen kulit masing-masing orang, namun yang pasti berwarna lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya. Gejala dan Diagnosis Flek Hitam Flek hitam pada kulit akan terlihat seperti bercak atau titik noda berwarna lebih gelap dari kulit di sekitarnya dan tidak menonjol (datar). Flek hitam umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, tidak berbahaya bagi kesehatan, dan tidak dapat berubah menjadi kanker. Flek hitam atau ephelis juga tidak timbul di kulit yang tidak terpapar sinar matahari. Beberapa penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai karena terdapat kemiripan dengan ephelis atau flek hitam adalah neurofibromatosis dan melanoma. Oleh karena itu, ada baiknya mewaspadai bercak atau titik noda tersebut dan segera temui dokter kulit untuk mengenali dan mendapatkan diagnosis yang tepat. Tes kulit dan biopsi umumnya akan dilakukan untuk menetukan diagnosis. Pengobatan Flek Hitam Walaupun sebagian besar flek hitam dapat pudar dengan sendirinya, ada beberapa pengobatan yang biasa disarankan jika pasien merasa terganggu atau kondisi makin memburuk, seperti:  Krim pemutih. Krim ini umumnya digunakan untuk memudarkan flek hitam dan dapat dibeli secara bebas. Namun, krim yang mengandung hydroquinone memerlukan resep dokter. Tanyakan dokter jika Anda mengalami efek samping seperti peradangan kulit, kulit kering, terasa seperti terbakar, perubahan warna kulit, atau terkelupas.  Krim retinoid. Krim yang mengandung senyawa kimia vitamin A ini dapat digunakan bersamaan dengan krim pemutih dan berfungsi untuk memudarkan flek hitam dalam hitungan bulan. Beberapa contohnya adalah tretinoin, tazarotene, dan Efek samping yang mungkin saja terjadi akibat penggunaan krim ini adalah kulit kemerahan, kering, iritasi, sensitif, dan terkelupas. Terapi laser. Terapi ini menggunakan gelombang cahaya yang ditujukan ke kulit yang bermasalah. Studi membuktikan laser mampu memudarkan flek hitam sampai 50%. Walau aman, beberapa efek samping yang mungkin saja terjadi dari metode pengobatan ini adalah kulit terasa gatal, kemerahan, bengkak, infeksi, terkelupas, atau terjadi perubahan warna kulit. Peeling. Tindakan peeling menggunakan cairan kimia dengan kandungan asam glikolat (GA) atau asam trikloroasetat (TCA) yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit yang rusak dan menciptakan regenerasi. Beberapa efek yang bisa terjadi dari metode pengobatan ini adalah kulit terasa perih dan memerah, iritasi pada kulit, pembengkakan, dan kulit terkelupas. Cryosurgery. Cryosurgery merupakan tindakan pengangkatan flek hitam dengan menggunakan cairan nitrogen yang bersuhu rendah untuk membekukan dan membunuh sel kulit yang abnormal. Walaupun aman, perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis flek dapat diobati dengan cara ini. Beberapa efek samping yang berisiko terjadi adalah kulit melepuh, hipopogmentasi, dan perdarahan. Pencegahan Flek Hitam Flek hitam timbul karena kombinasi faktor bawaan genetik dan paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV). Faktor genetik tidak dapat dirubah, namun paparan sinar UV dapat dicegah dengan: Menggunakan tabir surya dengan SPF 30 – 50, khususnya bagi yang memiliki kulit putih. Menghindari aktivitas di luar ruangan antara jam 10 pagi hingga 4 sore, karena paparan sinar UV masih sangat tinggi. Menggunakan pelindung seperti topi, pakaian lengan panjang, dan penutup lainnya saat berada di luar ruangan. (Sumber : https://www.alodokter.com/flek-hitam) Untuk pengobatan Flek Hitam, sebaiknya sebelumnya diperiksa dan dikonsultasikan dulu dengan dokter ahlinya.

Sabtu, 28 Maret 2015

Tentang Batuk

Tahun-tahun ini, perubahan iklim sudah tidak jelas. Bahkan yang saya rasakan, hampir sepanjang waktu bumi tempatku berpijak, diguyur hujan. Iklim tidak berubah. Hampir di setiap komunitas, selalu saya temui orang yang sakit flu dan batuk. Di apotek saya pun,mungkin obat batuk menempati peringkat yang pertama dalam penjualan. Beberapa minggu yang lalu, saya pun terserang batuk. Yang lumayan mbandel juga. Sudah dicoba dengan obat batuk plus antibiotik yang paling umum. Nggak sembuh. Saya ganti antibiotikanya, masih  belum juga sembuh. Virusnya benar-benar kuat dan tahan banting. Rupanya dia sudah sangat mengenal obat-obat yang dipakai. Ya. Inilah yang disebut virusnya sudah Resisten. Ini menggelitik saya untuk lebih mengetahui tentang batuk, penyebab dan pengobatannya. Yuk kita sama-sama mencari tahu tentang Batuk.......................
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.                                                                        Ada beberapa macam penyebab batuk :
- Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu.
Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
- Alergi
- Asma atau tuberculosis
- Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
- Tersedak akibat minum susu
- Menghirup asap rokok dari orang sekitar
- Masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik)
- Infeksi virus yang menyebabkan batuk biasanya bisa reda dengan sendirinya.                                    Batuk bisa dikelompokkan berdasarkan masa berlangsungnya:

Akut – berjangka pendek, berlangsung kurang dari 3 minggu.
Sub akut – berlangsung selama 3-8 minggu.
Jangka panjang (kronis) – berlangsung lebih dari 8 minggu.
Batuk Akut
Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan. Infeksi saluran pernapasan bagian atas meliputi pilek, flu, laringitis, sinusitis dan batuk rejan. Infeksi ini menyerang tenggorokan, batang tenggorokan, dan sinus.

Bronkitis dan pneumonia adalah contoh infeksi saluran pernapasan bawah, yaitu pada saluran pernapasan bagian bawah itu sendiri atau paru-paru yang terkena virus.

Selain infeksi, penyebab batuk akut juga bisa karena rinitis alergi, yaitu saat benda seperti debu dan asap rokok menjadi pemicu alergi ini (juga dikenal sebagai hay fever) atau karena penyakit jangka panjang (kronis) seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan bronkitis kronis.

Batuk Jangka Panjang (Kronis)
Meski jarang terjadi, batuk bisa saja mengindikasikan kondisi kesehatan yang terjangkit batuk kronis.

Ada beberapa penyebab batuk berkepanjangan pada orang dewasa:

Obat dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang digunakan untuk mangatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung.
Merokok. Batuk pada perokok juga bisa menjadi gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Penyakit refluks gastroesofagus karena iritasi akibat naiknya asam lambung.
Infeksi saluran pernapasan jangka panjang.
Penyakit jangka panjang, misalnya asma.
Postnasal drip (lendir yang menetes dari bagian belakang hidung ke tenggorokan yang disebabkan alergi seperti rinitis).
Pada beberapa kondisi, batuk bisa menjadi gejala kepada penyakit-penyakit yang lebih berat, antara lain:

Tuberkulosis
Kanker paru-paru
Gagal jantung
Emboli pulmonalis (penyumbatan di paru-paru)

Selasa, 04 November 2014

TIPS MENGECILKAN PORI-PORI AGAR KULIT WAJAH TERLIHAT MULUS

Penyebab pori-pori kulit membesar
Meski penampilan wajah sudah di-make-up  sempurna dengan alas bedak, bedak, dan sebagainya, tetapi pori-pori yang besar kadang tetap terlihat. Menutupinya dengan make-up bukan jalan keluar terbaik, alih-alih ingin terlihat cantik, yang terjadi malah timbul masalah-masalah lain di kemudian hari. Anda tentu sudah tahu kalau pori-pori yang tersumbat bisa menimbulkan sel-sel kulit mati yang menumpuk, komedo, dan juga mengundang jerawat.

Masalah pori secara garis besar dibedakan menjadi dua. Yang pertama, pori besar (large pore), dan pelebaran pori (enlarged pore). Pori besar pada umumnya terdapat pada jenis kulit berminyak (oily skin) dan kulit kombinasi, terutama pada daerah T (misalnya area hidung dan dahi).

Pori-pori kulit yang membesar serta kulit yang terlihat berminyak merupakan masalah yang umum terjadi pada usia-usia produktif. Hal ini berkaitan dengan produksi hormon androgen yang memicu meningkatnya produksi kelenjar minyak pada kulit. Inilah yang akhirnya diikuti dengan pelebaran pori-pori kulit.

Sedangkan pelebaran pori (enlarged pore) terjadi pada proses penuaan secara alami, dimana kulit menjadi mengendur dan akibat gaya gravitasi pori menjadi “tertarik” ke bawah sehingga tampak lebar. Bayangkan saja jika sebuah spons kita tarik, porinya tampak jelas, bukan? Di samping hal alami seperti itu, produk-produk kosmetik yang tidak tepat juga dapat merangsang pelebaran pori-pori.
Ada juga proses yang tidak alami, yang justru merupakan “kesalahan” kita dalam merawat wajah. Misalnya, bila terlihat ada komedo, biasanya kita malah terpancing untuk memencetnya. Bila tidak diatasi dengan antiseptik yang baik dan teknik yang benar, pori-pori pun terlihat lebih jelas.

Belum lagi saat kita mencuci wajah dan menggunakan handuk, biasanya supaya terasa lebih bersih, kita menggosok wajah keras-keras. Arah gosokannya pun dari atas ke bawah, yang mendukung gaya gravitasi. "Itu sebabnya, dalam praktek keseharian, saya tidak pernah lupa untuk selalu mengingatkan pasien bahwa wajah kita bukan WC atau baju yang saat membersihkannya harus digosok keras-keras," jelas dr Trifena, Msi (Herb.Est)  dari Rafa Health & Beauty Life Style.

Penyebab paling parah pada kasus pelebaran pori adalah kebiasaan memencet jerawat yang menyebabkan berbagai kerusakan, antara lain hiperpigmentasi dan scar acne  (bopeng/jerawat). Jadi, bila kita ingin menangani pori besar, ingatlah hal-hal di atas. Identifikasi apa penyebabnya, karena penanganan masing-masing masalah jelas berbeda.

Berbagai merek kosmetik terkenal menawarkan produk yang dapat mengecilkan pori-pori kulit, namun perlu diingat bahwa perawatan kulit bukanlah hal yang instan, butuh waktu yang cukup lama serta perawatan yang teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Masalah pori-pori kulit yang besar dapat ditangani secara simultan dengan pemakaian teratur produk-produk perawatan wajah (sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli), dikombinasikan dengan perawatan pengelupasan secara kimiawi (chemical peeling), mikrodermabrasi, dermaroller, atau dengan menggunakan tindakan khusus seperti laser dan teknik bedah kulit (misalnya subsicion).

Di luar perawatan-perawatan tersebut, mereka yang memiliki masalah pori-pori kulit yang besar dianjurkan untuk menggunakan kosmetik bebas minyak dan non-komedogenik, teratur membersihkan wajah, serta jangan lupa menggunakan astringent.
Untuk bahan alami yang dapat memperingkas pori dan menghaluskan pori, drTrifena yang merupakan lulusan magister Herbal Estetik Universitas Indonesia menyarankan penggunaan asam dari jeruk nipis, apel, sari tebu, dan susu. Namun, harus diperhatikan juga cara penggunaan dan aplikasinya, jangan sampai menyebabkan iritasi pada kulit.
(Tabloid Nova)

Cara yang mudah untuk mengecilkan pori-pori  agar kulit wajah terlihat mulus

1. Pilih kosmetik berkolagen
Jika Anda menginginkan pori-pori yang kecil, maka Anda harus mencari produk kosmetik yang tepat. Pilih kosmetik yang mengandung kolagen, karena kandungan bahan aktif ini bisa membantu meningkatkan elastisitas kulit. Kolagen juga menjaga kulit lentur dan menghindarkan kulit dari kerutan dan peregangan kulit. Kulit yang meregang akan membuat pori-pori jadi semakin besar.

2. Gunakan vitamin C
Vitamin C akan membantu meningkatkan produksi elastin dan kolagen dalam kulit. Vitamin C akan meningkatkan produksi kedua senyawa ini. Gunakan saja produk kecantikan yang mengandung vitamin C, atau konsumsi lebih banyak bahan makanan yang mengandung vitamin C.


3. Hilangkan kulit mati
Kulit mati tak hanya membuat kulit terlihat lebih kusam, tapi juga bisa berpengaruh pada pembesaran pori-pori kulit. Kulit mati akan menumpuk dalam pori-pori dan lama-lama berubah jadi komedo. Untuk mengatasinya, basuh wajah Anda setiap hari dengan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit. Gunakan pembersih wajah yang mengandung Alpha Hydroxy, Phytic, dan Clycolic Acids. Namun, jangan gunakan secara berlebihan, karena justru akan membuat kulit Anda merah dan iritasi. 

4. Hilangkan kelebihan minyak
Kelebihan minyak wajah ternyata tak hanya mengganggu penampila,n tapi juga memperbesar pori-pori wajah. Kelebihan minyak ini bisa dihasilkan dari pemilihan kosmetik yang salah. Karena kulit Anda sudah menghasilkan minyak alaminya sendiri, maka Anda harus berhati-hati dengan kosmetik yang mengandung minyak. Kenali tipe kulit Anda dan jangan memilih kosmetik yang berminyak. 

5. Uapkan

Anda tak perlu pergi ke spa untuk mengecilkan pori-pori. Perawatan uap sangatlah berguna untuk memperkecil pori, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda hanya membutuhkan air panas, air jeruk lemon, es batu, dan handuk. Isilah mangkuk besar dengan air panas dan tempatkan wajah di atasnya sampai uapnya mengenai wajah. Lakukan selama 3-5 menit. Setelah itu, tuang air jeruk lemon pada handuk dan oleskan ke seluruh wajah. Bilas dengan air biasa kemudian gosokkan es batu ke seluruh bagian kulit wajah. 

Khusus pada bagian kulit yang punya pori-pori terbesar, gosokkan es batu lebih lama. Lakukan ini selama setengah menit atau lebih. Gabungan air panas, air dingin, dan air lemon akan membantu Anda membersihkan wajah dan mengecilkan pori-pori dalam waktu singkat.



Minggu, 02 November 2014

APA ITU ALERGI?

Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya. Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. Zat penyebab alergi ini disebut allergen.
Allergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. Bisa saja melalui saluran pernapasan, berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit seperti; kosmetik, logam perhiasan atau jam tangan, dll.
Zat yang paling sering menyebabkan alergi: Serbuk tanaman; jenis rumput tertentu; jenis pohon yang berkulit halus dan tipis; serbuk spora; penisilin; seafood; telur; kacang panjang, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya; susu; jagung dan tepung jagung;sengatan insekta; bulu binatang; kecoa; debu dan kutu.
Yang juga tidak kalah sering adalah zat aditif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet.
Alergi adalah respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Orang-orang yang memiliki alergi memiliki sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap suatu zat biasanya tidak berbahaya di lingkungan.
Tidak semua orang memiliki alergi. Orang-orang mewarisi kecenderungan untuk menjadi alergi, meskipun tidak ke alergen tertentu. Bila salah satu orangtua alergi, anak mereka memiliki kesempatan 50% memiliki alergi. risiko itu meningkat hingga 75% jika kedua orang tua memiliki alergi.


Apakah Gejala dari reaksi alergi?

Gejala umum dari suatu reaksi alergi terhadap alergen yang terhirup atau kulit meliputi:

  • Gatal, mata berair
  • Bersin
  • Gatal, hidung beringus
  • Ruam
  • Merasa lelah atau sakit
  • Hives (gatal-gatal dengan bercak merah dibangkitkan)


Eksposur lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi yang berbeda:

  • Makanan. Reaksi alergi terhadap alergen makanan juga bisa menyebabkan kram perut, muntah, atau diare.
  • Sengatan serangga. Reaksi alergi terhadap sengatan dari lebah atau serangga lain menyebabkan   pembengkakan lokal, kemerahan, dan nyeri.

Gejala reaksi  alergi  dapat sangat bervariasi:

  • Ringan, gejalanya mungkin tidak begitu kentara.
  • Sedang, gejalanya dapat membuat Anda merasa sakit, seolah-olah Anda mendapat flu atau bahkan dingin.
  • Berat, reaksi alergi sangat tidak nyaman, bahkan melumpuhkan.
Kebanyakan gejala reaksi alergi pergi tak lama setelah berhenti eksposur.
Reaksi alergi yang paling parah disebut anafilaksis. Dalam anafilaksis, alergen menyebabkan reaksi alergi seluruh tubuh yang dapat mencakup:

  • Gatal-gatal dan gatal-gatal di seluruh (bukan hanya di daerah terbuka)
  • Mengi atau sesak napas
  • Suara serak atau sesak di tenggorokan
  • Kesemutan di tangan, kaki, bibir, atau kulit kepala
Anafilaksis adalah mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis segera. Gejala dapat berkembang pesat, sehingga menuju ruang darurat.


Hipersensitifitas  Obat
Alergi obat adalah respon abnormal seseorang terhadap bahan obat atau metabolitnya melalui reaksi imunologi yang dikenal sebagai reaksi hipersensitivitas yang terjadi selama atau setelah pemakaian obat.
Alergi obat masuk kedalam penggolongan reaksi simpang obat (adverse drug reaction), yang meliputi toksisitas, efek samping, idiosinkrasi, intoleransi dan alergi obat.

Apa Yang Terjadi Selama Reaksi alergi?
Pertama, seseorang terkena alergen dengan menghirup, menelan, atau mendapatkannya  pada atau di bawah kulit mereka. Setelah seseorang terkena alergi, serangkaian kegiatan menciptakan reaksi alergi:

  1. Tubuh mulai menghasilkan antibodi jenis tertentu, yang disebut IgE, untuk mengikat allergen.
  2. Antibodi melampirkan ke bentuk sel darah yang disebut  Sel mast.  Sel Mast dapat ditemukan di saluran udara, di usus, dan di tempat lain. Kehadiran sel mast dalam saluran udara dan saluran pencernaan membuat daerah    ini lebih rentan terhadap paparan alergen.
  3. Mengikat alergen ke IgE, yang melekat pada sel mast. Hal ini menyebabkan sel mast  melepaskan berbagai bahan kimia ke dalam darah. Histamin, senyawa kimia utama, menyebabkan sebagian besar gejala reaksi alergi.
Menentukan penyebab alergi dapat dilakukan dengan cara berikut :
*
Menghindari zat yang dicurigai sebagai allergen, kemudian setelah gejala hilang mencoba kembali zat tersebut. Misalnya saja, bila yang dicurigai sebagai allergen adalah makanan, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama.
*
Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orang tua menderita alergi, maka kemungkinan risiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25%­-30%. Sementara itu, bila kedua orang tua adalah penderita, maka risiko meningkat menjadi 60%­-70%. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan. Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan allergen pada orang tersebut. Zat dalam jumlah kecil disuntikkan. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikan, maka zat tersebut adalah merupakan allergen. Mengatasi Alergi Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi.
*
Menjaga kelembaban ruangan dengan mengatur sirkulasi angin dan udara.
*
Menjaga kebersihan pakaian dan mengganti sprei sedikitnya seminggu sekali.
*
mebersihkan pekarangan dan memastikan tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang akan menjadi tempat timbulnya jamur.
*
Konsultasi dengan dokter dan melakukan tes alergi untuk mengetahui allergen-allergen yang harus dihindari.
Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan; gatal pada mulut; gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya; sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler; sesak napas; bengek; kesulitan menelan; mendadak pilek dan bersin-bersin, dll.


Pengobatan Alergi
Pengobatan  alergi tergantung pada jenis dan berat gejalanya.
Tujuan pengobatannya bukanlah menyembuhkan melainkan mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di masa yang akan datang.
Gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.
Pemberian Antihistamin dapat membantu meringankan berbagai gejala.  Penanganan alergi yang paling tepat bukanlah dengan obat-obatan melainkan dengan cara menghindari allergen. Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat dikurangi frekuensi dan berat serangannya. Namun sering sekali dalam keseharian, allergen sulit dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah alergi.


Selasa, 21 Oktober 2014

REMATIK ATAU ASAM URAT?

Bekerja  di apotek itu ternyata sangat menyenangkan. Setiap hari ada saja hal baru yang menantang. Kenapa  menantang? Karena setiap hari selalu saja ada pasien yang berkonsultasi dengan  keluhan  yang baru. Seringkali  mengenai masalah kesehatan  atau obat-obatan  yang tak terpikirkan  sebelumnya. Hal  ini jadi tantangan buat  saya  untuk  bisa menjawab dan  mencarikan  solusi  dari permasalahan mereka. Ada semacam  rasa tanggung  jawab  sebagai  seorang  tenaga Farmasis untuk  memberi  penjelasan  yang  baik, benar, jelas  dan  dapat  dipahami  oleh  mereka.  Setiap  kali  melihat  ekspresi puas  di wajah  mereka setelah  diberi  penjelasan, rasanya  hati ini  ikut  senang  dan   puas.  Selalu  langsung terlintas  di  pikiran  dan  terucap  di dalam  hati  mendoakan  agar  mereka  segera disembuhkan   dari  sakitnya. Aamiiiin...    
 Setiap   hari  ada saja pasien yang  menanyakan tentang obat apa untuk mengatasi keluhan pegal-pegal, kesemutan, sakit tulang dan  sendi. Banyak  yang langsung menyebutkan istilah rematik atau asam urat terhadap  keluhan yang mereka rasakan tersebut. Hal ini membuat saya penasaran dan berusaha mencari tahu lebih banyak mengenai kedua istilah ini....
Rematik
Setiap  kondisi  yang  disertai  rasa nyeri  dan  kekakuan  pada sistem  muskuloskeletal (otot rangka dan persendian) disebut rematik. Sementara, istilah artritis, umumnya digunakan apabila sendi menjadi tempat utama  penyakit rematik. Misalnya, apabila sendi pergelangan tangan terasa sakit, maka itu disebut artritis.
Rematologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit sendi, termasuk penyakit arthritis. Hingga saat ini dikenal lebih dari seratus macam penyakit sendi yang sering kali memberikan gejala  yang hampir sama. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan diagnostik yang cermat agar diperoleh diagnosis yang tepat, sehingga penanganannya pun lebih terarah.
Penyakit rematik dapat menyerang semua umur, tetapi frekuensinya berbeda-beda pada berbagai kelompok umur. Misalnya, osteoartritis lebih sering terjadi pada usia lanjut. Sementara, lupuseritematosus sistemik (LES) lebih banyak terjadi pada wanita usia muda.

Gejala Klinis  Rematik
Nyeri  sendi merupakan keluhan utama penderita rematik. Nyeri yang disertai penjalaran rasa nyeri ke tempat  yang jauh merupakan keluhan khas yang disebabkan oleh penekanan cabang saraf (penyakit saraf), bukan rematik. Selain itu, perlu dibedakan juga nyeri yang disebabkan oleh perubahan mekanis dengan nyeri yang disebabkan oleh peradangan (inflamasi). Pada nyeri mekanis, nyerinya timbul setelah aktivitas dan hilang setelah istirahat, serta tidak timbul pada pagi hari. Sebaliknya, nyeri inflamasi (peradangan) akan bertambah berat pada pagi hari saat bangun tidur, dan disertai kaku sendi atau nyeri hebat pada awal gerak, tetapi berkurang justru setelah melakukan aktivitas. Keluhan lainnya dari penderita rematik adalah kaku sendi. Penderita merasa sukar menggerakkan sendi. Kaku sendi semakin nyata pada pagi hari atau setelah istirahat. Selain itu, penderita rematik tidak jarang mengalami bengkak sendi. Pada sendi terjadi perubahan warna, bentuk atau posisi struktur ekstremitas (anggota gerak tubuh). Hal ini tentu akan mengganggu aktivitas sehar-hari.

Penanganan Rematik
Penanganan penderita rematik sering kali memerlukan waktu yang relatif lama. Perlu dipelihara ketaatan penderita untuk tetap berobat dalam jangka waktu yang cukup lama.
Obat-obatan yang diberikan tergantung dari jenis rematiknya. Umumnya, diperlukan obat antinyeri untuk mengatasi rasa sakitnya. Namun, obat ini mempunyai efek samping iritasi atau mengganggu lambung. Oleh karena itu, diperlukan perhatiankhusus apabila akan memberikan obat antinyeri pada penderita dengan penyakit maag.
Obat lain yang sering diberikan kepada penderita rematik adalah kortikosteroid yang memiliki efek antiinflamasi dan imunosupresif (menekan sistem kekebalan tubuh kita). Pemberian obat ini juga harus dilakukan secara hati-hati, karena disamping mengganggu lambung juga mempunyai efek samping yang tidak sedikit.
Selain obat-obatan, penanganan penderita rematik pada tahap berikutnya biasanya memerlukan bantuan rehabilitasi medis (fisioterapi). Rehabilitasi ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa nyeri, mencegah kekakuan dan keterbatasan gerak sendi, serta mencegah terjadinya atrofi maupun kelemahan otot. Di samping itu, rehabilitasi medis juga bisa mencegah terjadinya deformitas (kecacatan sendi), meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan diri, serta mempertahankan kemandirian penderita agar tidak tergantung kepada orang lain.

Asam Urat
Setiap hari, sel-sel tubuh kita mengalami perombakan. Sel-sel yang sudah lama atau aus diganti dengan sel-sel yang baru. Di dalam sel-sel tubuh terdapat inti sel yang terdiri dari deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Inti sel inilah yang mengatur semua kegiatan sel-sel tubuh kita. Saat perombakan DNA dan RNA berlangsung, terbentuklah senyawa-senyawa purin (adenin dan guanin), yang dalam proses selanjutnya akan terbentuk asam urat dari senyawa purin tersebut. Sebagian kecil dari asam urat itu akan dipergunakan kembali untuk pembentukan inti sel (DNA dan RNA). Sedangkan , sebagian besar asam urat lainnya akan dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal saat buang air kecil (sekitar 70%) dan melalui usus ketika buang air besar (sekitar 30%).
Selain dihasilkan oleh perombakan sel-sel tubuh, asam urat juga dapat diperoleh tubuh melalui bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Beberapa bahan makanan yang banyak mengandung asam urat, antara lain bayam, emping melinjo, kopi, dan jeroan (hati, otak dan ginjal). Mengonsumsi minuman dengan kadar alkohol tinggi akan meningkatkan jumlah asam urat di dalam tubuh, karena alkohol akan menghambat pengeluaran asam urat oleh ginjal. Di samping itu, stres, depresi, dan jiwa yang tertekan pun dapat meningkatkan pembentukan asam urat di dalam tubuh.
Apabila kadar asam urat di dalam darah melebihi batas normal (pada wanita kadarnya lebih dari 6 mg/dl sedangkan pada pria lebih dari 7 mg/dl) dalam kurun waktu yang cukup lama, maka akan mempermudah terjadinya serangan artritis gout atau yang lebih dikenal masyarakat awam dengan encok. Artritis gout akut merupakan jenis rematik yang paling potensial disebabkan oleh kelebihan asam urat. 
Serangan artritis gout akut biasanya bersifat monoartikular yakni hanya menyerang satu sisi sendi, bisa di jempol kaki, jempol tangan, pergelangan kaki atau pergelangan tangan. Selain itu, serangan artritis juga disertai dengan proses peradangan, seperti bagian yang sakit berwarna merah, bengkak, teraba panas, dan terasa sakit, sehingga menimbulkan gangguan pergerakan sendi.

Tapi keadaan kelebihan asam urat di dalam darah ini tidak selalu identik dengan artritis gout akut. Artinya, kejadian artritis gout akut tidak selalu disertai dengan peningkatan kadar asam urat di dalam darah. Banyak orang dengan peningkatan kadar asam urat di dalam darah, namun tidak pernah menderita serangan artritis gout akut.
Setiap orang tetap harus memperhatikan betul kadar asam urat di dalam darah mereka. Sebab, walaupun tidak menimbulkan gejala akibat peningkatan kadar asam urat, penderita tetap akan mempunyai risiko yang lain, yakni terjadinya kerusakan ginjal akibat penimbunan kristal-kristal urat di jaringan ginjal. Sekitar 30% dari mereka akan menderita penyakit batu ginjal, disamping tetap berisiko mengalami serangan jantung koroner dan stroke.

Penangan Kelebihan Asam Urat (Hiperurisemi)
Langkah umum yang harus dilakukan dalam menangani kelebihan asam urat di dalam darah adalah diet dengan pembatasan kalori, khususnya bagi penderita yang kelebihan berat badan. Penderita sebaiknya membatasi konsumsi makanan yang mengandung purin, seperti bayam,emping melinjo, kopi serta jeroan (misalnya hati, ginjal dan otak). Penderita hendaknya juga menghindari minuman beralkohol tinggi dan sebisa mungkin menghindari stres.
Obat yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat di dalam darah, terdiri dari dua kelompok obat, yaitu Urikosurik dan Penghambat oksidase xantin. Kelompok Urikosurik berperan meningkatkan fungsi eliminasi asam urat oleh ginjal dengan cara berkompetisi menghambat penyerapan kembali (reabsorbsi) asam urat oleh ginjal.
Sementara, kelompok penghambat oksidase xantin (dikenal di pasaran dengan nama Allopurinol) berfungsi menurunkan produksi asam urat serta meningkatkan pembentukan xantin dan hipoxantin dengan cara menghambat pekerjaan xantin oksidase yang berperan dalam metabolisme asam urat.
Berikut adalah beberapa pesan yang harus Anda perhatikan jika mengonsumsi obat penurun kadar asam urat.
Pertama, ada kemungkinan pemakaian obat dilakukan seumur hidup.
Kedua, bila berobat kepada dokter yang lain, sebaiknya sampaikan bahwa Anda sedang mendapatkan pengobatan Allopurinol.
Ketiga, lakukan pemeriksaan kadar asam urat secara periodik, karena dosis allopurinol tergantung pada kadar asam urat.
                                

Rabu, 01 Oktober 2014

Selamat Datang di Ela Amelia's Weblog

Assalamualaikum......
Welcome to My Blog !

Blog ini  adalah  catatan-catatan kecil  saya sebagai  media  berbagi  dan  berekspresi....juga  sekedar pelepas  penat  di sela  kesibukan  dan  rutinitas  sehari-hari....Isinya   adalah tulisan-tulisan  singkat  dan  sederhana.  Tidak  ada  visi  khusus, sekedar  ekspresi  dan respon  terhadap  rutinitas kehidupan. 

Nama saya  Ela  Amelia. Saya lahir di Sukabumi. Masa kecil sampai remaja saya habiskan di Cibadak, di SDN Lembursawah1, SMP Negeri 1  Cibadak, dan SMUN Negeri  Cibadak. Meraih gelar S1 di Fakultas MIPA  Jurusan Farmasi Universitas Hasanuddin  Makasar pada tahun 1995,. Selanjutnya tahun 1996 saya mengambil Program Pendidikan Apoteker  di  FMIPA  Universitas  Indonesia dan lulus  tahun 1997.  Saat ini saya juga aktif mengajar beberapa mata pelajaran di beberapa SMK  Farmasi  seperti Farmakologi Dasar, Dasar-dasar  Kefarmasian, Manajemen  Farmasi dan  Farmakognosi.
          Di sela-sela kesibukan tadi, saya mencoba menuliskan  pengalaman saya  selama bekerja  di Apotek  ke dalam  catatan-catatan  kecil  ini  dan  semoga dapat  dijadikan  salah satu  sumber  informasi  untuk  menjawab permasalahan  yang  dihadapi sehari-hari. Khususnya  bagi  yang bekerja  di Apotek  ataupun masyarakat  pada umumnya.