Ela Amelia's Weblog
Rabu, 04 April 2018
APA ITU FLEK HITAM DI WAJAH ?
Sabtu, 28 Maret 2015
Tentang Batuk
Tahun-tahun ini, perubahan iklim sudah tidak jelas. Bahkan yang saya rasakan, hampir sepanjang waktu bumi tempatku berpijak, diguyur hujan. Iklim tidak berubah. Hampir di setiap komunitas, selalu saya temui orang yang sakit flu dan batuk. Di apotek saya pun,mungkin obat batuk menempati peringkat yang pertama dalam penjualan. Beberapa minggu yang lalu, saya pun terserang batuk. Yang lumayan mbandel juga. Sudah dicoba dengan obat batuk plus antibiotik yang paling umum. Nggak sembuh. Saya ganti antibiotikanya, masih belum juga sembuh. Virusnya benar-benar kuat dan tahan banting. Rupanya dia sudah sangat mengenal obat-obat yang dipakai. Ya. Inilah yang disebut virusnya sudah Resisten. Ini menggelitik saya untuk lebih mengetahui tentang batuk, penyebab dan pengobatannya. Yuk kita sama-sama mencari tahu tentang Batuk.......................
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.
Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk. Ada beberapa macam penyebab batuk :
- Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu.
Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
- Alergi
- Asma atau tuberculosis
- Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
- Tersedak akibat minum susu
- Menghirup asap rokok dari orang sekitar
- Masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik)
- Infeksi virus yang menyebabkan batuk biasanya bisa reda dengan sendirinya. Batuk bisa dikelompokkan berdasarkan masa berlangsungnya:
Akut – berjangka pendek, berlangsung kurang dari 3 minggu.
Sub akut – berlangsung selama 3-8 minggu.
Jangka panjang (kronis) – berlangsung lebih dari 8 minggu.
Batuk Akut
Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan. Infeksi saluran pernapasan bagian atas meliputi pilek, flu, laringitis, sinusitis dan batuk rejan. Infeksi ini menyerang tenggorokan, batang tenggorokan, dan sinus.
Bronkitis dan pneumonia adalah contoh infeksi saluran pernapasan bawah, yaitu pada saluran pernapasan bagian bawah itu sendiri atau paru-paru yang terkena virus.
Selain infeksi, penyebab batuk akut juga bisa karena rinitis alergi, yaitu saat benda seperti debu dan asap rokok menjadi pemicu alergi ini (juga dikenal sebagai hay fever) atau karena penyakit jangka panjang (kronis) seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan bronkitis kronis.
Batuk Jangka Panjang (Kronis)
Meski jarang terjadi, batuk bisa saja mengindikasikan kondisi kesehatan yang terjangkit batuk kronis.
Ada beberapa penyebab batuk berkepanjangan pada orang dewasa:
Obat dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang digunakan untuk mangatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung.
Merokok. Batuk pada perokok juga bisa menjadi gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Penyakit refluks gastroesofagus karena iritasi akibat naiknya asam lambung.
Infeksi saluran pernapasan jangka panjang.
Penyakit jangka panjang, misalnya asma.
Postnasal drip (lendir yang menetes dari bagian belakang hidung ke tenggorokan yang disebabkan alergi seperti rinitis).
Pada beberapa kondisi, batuk bisa menjadi gejala kepada penyakit-penyakit yang lebih berat, antara lain:
Tuberkulosis
Kanker paru-paru
Gagal jantung
Emboli pulmonalis (penyumbatan di paru-paru)
Selasa, 04 November 2014
TIPS MENGECILKAN PORI-PORI AGAR KULIT WAJAH TERLIHAT MULUS
Masalah pori secara garis besar dibedakan menjadi dua. Yang pertama, pori besar (large pore), dan pelebaran pori (enlarged pore). Pori besar pada umumnya terdapat pada jenis kulit berminyak (oily skin) dan kulit kombinasi, terutama pada daerah T (misalnya area hidung dan dahi).
Pori-pori kulit yang membesar serta kulit yang terlihat berminyak merupakan masalah yang umum terjadi pada usia-usia produktif. Hal ini berkaitan dengan produksi hormon androgen yang memicu meningkatnya produksi kelenjar minyak pada kulit. Inilah yang akhirnya diikuti dengan pelebaran pori-pori kulit.
Sedangkan pelebaran pori (enlarged pore) terjadi pada proses penuaan secara alami, dimana kulit menjadi mengendur dan akibat gaya gravitasi pori menjadi “tertarik” ke bawah sehingga tampak lebar. Bayangkan saja jika sebuah spons kita tarik, porinya tampak jelas, bukan? Di samping hal alami seperti itu, produk-produk kosmetik yang tidak tepat juga dapat merangsang pelebaran pori-pori.
Belum lagi saat kita mencuci wajah dan menggunakan handuk, biasanya supaya terasa lebih bersih, kita menggosok wajah keras-keras. Arah gosokannya pun dari atas ke bawah, yang mendukung gaya gravitasi. "Itu sebabnya, dalam praktek keseharian, saya tidak pernah lupa untuk selalu mengingatkan pasien bahwa wajah kita bukan WC atau baju yang saat membersihkannya harus digosok keras-keras," jelas dr Trifena, Msi (Herb.Est) dari Rafa Health & Beauty Life Style.
Penyebab paling parah pada kasus pelebaran pori adalah kebiasaan memencet jerawat yang menyebabkan berbagai kerusakan, antara lain hiperpigmentasi dan scar acne (bopeng/jerawat). Jadi, bila kita ingin menangani pori besar, ingatlah hal-hal di atas. Identifikasi apa penyebabnya, karena penanganan masing-masing masalah jelas berbeda.
Berbagai merek kosmetik terkenal menawarkan produk yang dapat mengecilkan pori-pori kulit, namun perlu diingat bahwa perawatan kulit bukanlah hal yang instan, butuh waktu yang cukup lama serta perawatan yang teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Masalah pori-pori kulit yang besar dapat ditangani secara simultan dengan pemakaian teratur produk-produk perawatan wajah (sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli), dikombinasikan dengan perawatan pengelupasan secara kimiawi (chemical peeling), mikrodermabrasi, dermaroller, atau dengan menggunakan tindakan khusus seperti laser dan teknik bedah kulit (misalnya subsicion).
Di luar perawatan-perawatan tersebut, mereka yang memiliki masalah pori-pori kulit yang besar dianjurkan untuk menggunakan kosmetik bebas minyak dan non-komedogenik, teratur membersihkan wajah, serta jangan lupa menggunakan astringent.
Jika Anda menginginkan pori-pori yang kecil, maka Anda harus mencari produk kosmetik yang tepat. Pilih kosmetik yang mengandung kolagen, karena kandungan bahan aktif ini bisa membantu meningkatkan elastisitas kulit. Kolagen juga menjaga kulit lentur dan menghindarkan kulit dari kerutan dan peregangan kulit. Kulit yang meregang akan membuat pori-pori jadi semakin besar.
2. Gunakan vitamin C
Vitamin C akan membantu meningkatkan produksi elastin dan kolagen dalam kulit. Vitamin C akan meningkatkan produksi kedua senyawa ini. Gunakan saja produk kecantikan yang mengandung vitamin C, atau konsumsi lebih banyak bahan makanan yang mengandung vitamin C.
Kulit mati tak hanya membuat kulit terlihat lebih kusam, tapi juga bisa berpengaruh pada pembesaran pori-pori kulit. Kulit mati akan menumpuk dalam pori-pori dan lama-lama berubah jadi komedo. Untuk mengatasinya, basuh wajah Anda setiap hari dengan pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit. Gunakan pembersih wajah yang mengandung Alpha Hydroxy, Phytic, dan Clycolic Acids. Namun, jangan gunakan secara berlebihan, karena justru akan membuat kulit Anda merah dan iritasi.
4. Hilangkan kelebihan minyak
Kelebihan minyak wajah ternyata tak hanya mengganggu penampila,n tapi juga memperbesar pori-pori wajah. Kelebihan minyak ini bisa dihasilkan dari pemilihan kosmetik yang salah. Karena kulit Anda sudah menghasilkan minyak alaminya sendiri, maka Anda harus berhati-hati dengan kosmetik yang mengandung minyak. Kenali tipe kulit Anda dan jangan memilih kosmetik yang berminyak.
5. Uapkan
Anda tak perlu pergi ke spa untuk mengecilkan pori-pori. Perawatan uap sangatlah berguna untuk memperkecil pori, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda hanya membutuhkan air panas, air jeruk lemon, es batu, dan handuk. Isilah mangkuk besar dengan air panas dan tempatkan wajah di atasnya sampai uapnya mengenai wajah. Lakukan selama 3-5 menit. Setelah itu, tuang air jeruk lemon pada handuk dan oleskan ke seluruh wajah. Bilas dengan air biasa kemudian gosokkan es batu ke seluruh bagian kulit wajah.
Khusus pada bagian kulit yang punya pori-pori terbesar, gosokkan es batu lebih lama. Lakukan ini selama setengah menit atau lebih. Gabungan air panas, air dingin, dan air lemon akan membantu Anda membersihkan wajah dan mengecilkan pori-pori dalam waktu singkat.
Minggu, 02 November 2014
APA ITU ALERGI?
- Gatal, mata berair
- Bersin
- Gatal, hidung beringus
- Ruam
- Merasa lelah atau sakit
- Hives (gatal-gatal dengan bercak merah dibangkitkan)
Eksposur lainnya dapat menyebabkan reaksi alergi yang berbeda:
- Makanan. Reaksi alergi terhadap alergen makanan juga bisa menyebabkan kram perut, muntah, atau diare.
- Sengatan serangga. Reaksi alergi terhadap sengatan dari lebah atau serangga lain menyebabkan pembengkakan lokal, kemerahan, dan nyeri.
Gejala reaksi alergi dapat sangat bervariasi:
- Ringan, gejalanya mungkin tidak begitu kentara.
- Sedang, gejalanya dapat membuat Anda merasa sakit, seolah-olah Anda mendapat flu atau bahkan dingin.
- Berat, reaksi alergi sangat tidak nyaman, bahkan melumpuhkan.
- Gatal-gatal dan gatal-gatal di seluruh (bukan hanya di daerah terbuka)
- Mengi atau sesak napas
- Suara serak atau sesak di tenggorokan
- Kesemutan di tangan, kaki, bibir, atau kulit kepala
Hipersensitifitas Obat
- Tubuh mulai menghasilkan antibodi jenis tertentu, yang disebut IgE, untuk mengikat allergen.
- Antibodi melampirkan ke bentuk sel darah yang disebut Sel mast. Sel Mast dapat ditemukan di saluran udara, di usus, dan di tempat lain. Kehadiran sel mast dalam saluran udara dan saluran pencernaan membuat daerah ini lebih rentan terhadap paparan alergen.
- Mengikat alergen ke IgE, yang melekat pada sel mast. Hal ini menyebabkan sel mast melepaskan berbagai bahan kimia ke dalam darah. Histamin, senyawa kimia utama, menyebabkan sebagian besar gejala reaksi alergi.
*
|
Menghindari zat yang dicurigai sebagai allergen, kemudian setelah gejala hilang mencoba kembali zat tersebut. Misalnya saja, bila yang dicurigai sebagai allergen adalah makanan, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama.
|
*
|
Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orang tua menderita alergi, maka kemungkinan risiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25%-30%. Sementara itu, bila kedua orang tua adalah penderita, maka risiko meningkat menjadi 60%-70%. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan. Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan allergen pada orang tersebut. Zat dalam jumlah kecil disuntikkan. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikan, maka zat tersebut adalah merupakan allergen. Mengatasi Alergi Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi.
|
*
|
Menjaga kelembaban ruangan dengan mengatur sirkulasi angin dan udara.
|
*
|
Menjaga kebersihan pakaian dan mengganti sprei sedikitnya seminggu sekali.
|
*
|
mebersihkan pekarangan dan memastikan tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang akan menjadi tempat timbulnya jamur.
|
*
|
Konsultasi dengan dokter dan melakukan tes alergi untuk mengetahui allergen-allergen yang harus dihindari.
Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan; gatal pada mulut; gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya; sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler; sesak napas; bengek; kesulitan menelan; mendadak pilek dan bersin-bersin, dll.
Pengobatan Alergi
Pengobatan alergi tergantung pada jenis dan berat gejalanya.
Tujuan pengobatannya bukanlah menyembuhkan melainkan mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di masa yang akan datang.
Gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.
Pemberian Antihistamin dapat membantu meringankan berbagai gejala. Penanganan alergi yang paling tepat bukanlah dengan obat-obatan melainkan dengan cara menghindari allergen. Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat dikurangi frekuensi dan berat serangannya. Namun sering sekali dalam keseharian, allergen sulit dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah alergi.
|