Tahun-tahun ini, perubahan iklim sudah tidak jelas. Bahkan yang saya rasakan, hampir sepanjang waktu bumi tempatku berpijak, diguyur hujan. Iklim tidak berubah. Hampir di setiap komunitas, selalu saya temui orang yang sakit flu dan batuk. Di apotek saya pun,mungkin obat batuk menempati peringkat yang pertama dalam penjualan. Beberapa minggu yang lalu, saya pun terserang batuk. Yang lumayan mbandel juga. Sudah dicoba dengan obat batuk plus antibiotik yang paling umum. Nggak sembuh. Saya ganti antibiotikanya, masih belum juga sembuh. Virusnya benar-benar kuat dan tahan banting. Rupanya dia sudah sangat mengenal obat-obat yang dipakai. Ya. Inilah yang disebut virusnya sudah Resisten. Ini menggelitik saya untuk lebih mengetahui tentang batuk, penyebab dan pengobatannya. Yuk kita sama-sama mencari tahu tentang Batuk.......................
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.
Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk. Ada beberapa macam penyebab batuk :
- Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu.
Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
- Alergi
- Asma atau tuberculosis
- Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
- Tersedak akibat minum susu
- Menghirup asap rokok dari orang sekitar
- Masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik)
- Infeksi virus yang menyebabkan batuk biasanya bisa reda dengan sendirinya. Batuk bisa dikelompokkan berdasarkan masa berlangsungnya:
Akut – berjangka pendek, berlangsung kurang dari 3 minggu.
Sub akut – berlangsung selama 3-8 minggu.
Jangka panjang (kronis) – berlangsung lebih dari 8 minggu.
Batuk Akut
Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan. Infeksi saluran pernapasan bagian atas meliputi pilek, flu, laringitis, sinusitis dan batuk rejan. Infeksi ini menyerang tenggorokan, batang tenggorokan, dan sinus.
Bronkitis dan pneumonia adalah contoh infeksi saluran pernapasan bawah, yaitu pada saluran pernapasan bagian bawah itu sendiri atau paru-paru yang terkena virus.
Selain infeksi, penyebab batuk akut juga bisa karena rinitis alergi, yaitu saat benda seperti debu dan asap rokok menjadi pemicu alergi ini (juga dikenal sebagai hay fever) atau karena penyakit jangka panjang (kronis) seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan bronkitis kronis.
Batuk Jangka Panjang (Kronis)
Meski jarang terjadi, batuk bisa saja mengindikasikan kondisi kesehatan yang terjangkit batuk kronis.
Ada beberapa penyebab batuk berkepanjangan pada orang dewasa:
Obat dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang digunakan untuk mangatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) atau penyakit jantung.
Merokok. Batuk pada perokok juga bisa menjadi gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Penyakit refluks gastroesofagus karena iritasi akibat naiknya asam lambung.
Infeksi saluran pernapasan jangka panjang.
Penyakit jangka panjang, misalnya asma.
Postnasal drip (lendir yang menetes dari bagian belakang hidung ke tenggorokan yang disebabkan alergi seperti rinitis).
Pada beberapa kondisi, batuk bisa menjadi gejala kepada penyakit-penyakit yang lebih berat, antara lain:
Tuberkulosis
Kanker paru-paru
Gagal jantung
Emboli pulmonalis (penyumbatan di paru-paru)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar